Indonesia

Menyiapkan Kantor Keluarga

Mendirikan kantor keluarga adalah proses komprehensif yang disesuaikan untuk mengelola dan melestarikan kekayaan keluarga dengan kekayaan bersih tinggi. Ini melibatkan banyak waktu dan biaya yang lebih tinggi sehingga memerlukan perencanaan yang matang, pengambilan keputusan strategis dan pengorganisasian yang cermat. Berikut panduan langkah demi langkah untuk mendirikan kantor keluarga:

Langkah 1: Tentukan Tujuan Anda

Identifikasi Tujuan

Uraikan dengan jelas apa yang ingin Anda capai dengan kantor keluarga Anda. Tujuan umum meliputi:

  • Pelestarian kekayaan

  • Pertumbuhan melalui investasi

  • Perencanaan perkebunan

  • Filantropi

  • Menjamin privasi dan keamanan anggota keluarga

Menilai Kebutuhan

Evaluasi layanan spesifik yang dibutuhkan keluarga Anda, seperti manajemen investasi, nasihat hukum, perencanaan pajak dan layanan pramutamu.

Langkah 2: Nilai Kekayaan Anda

Evaluasi total aset keluarga Anda untuk menentukan apakah kantor keluarga adalah cara paling efisien untuk mengelola kekayaan Anda. Biasanya, keluarga dengan aset $100 juta atau lebih dapat membenarkan biaya yang terkait dengan kantor keluarga.

Langkah 3: Tentukan Jenis Kantor Keluarga

Langkah 4: Menetapkan Struktur Tata Kelola

Kembangkan Piagam Keluarga

Dokumen ini menguraikan visi, nilai-nilai dan misi keluarga untuk kantor keluarga, yang berfungsi sebagai pedoman bagi generasi mendatang. Biasanya mencakup:

  • Prinsip-prinsip inti dan tujuan yang memandu keluarga dan strategi pengelolaan kekayaannya.

  • Kebijakan tingkat tinggi mengenai tata kelola keluarga dan pengoperasian kantor keluarga.

  • Pendekatan keluarga terhadap filantropi, tanggung jawab sosial, dan keinginan mereka untuk memberikan dampak jangka panjang.

  • Komitmen terhadap pengembangan dan pendidikan anggota keluarga tentang manajemen kekayaan.

Piagam keluarga lebih membahas tentang mengapa dan apa — ini adalah pernyataan maksud dan prinsip yang memberikan landasan untuk membangun kerangka tata kelola.

Buat Kerangka Tata Kelola

Memutuskan proses pengambilan keputusan, termasuk:

  • Siapa yang akan terlibat dalam pengambilan keputusan strategis?

  • Bagaimana struktur tata kelola seperti memiliki dewan keluarga, tim eksekutif, dan dewan penasihat?

  • Apa peran, tanggung jawab, dan tingkat wewenang bagi semua yang terlibat di kantor keluarga, mulai dari anggota keluarga hingga karyawan dan penasihat?

  • Mekanisme akuntabilitas apa yang akan digunakan untuk memantau kinerja dan melakukan penyesuaian?

  • Bagaimana keputusan akan diambil (termasuk keputusan yang memerlukan konsensus di antara anggota keluarga dan keputusan yang dapat diambil oleh tim eksekutif)?

  • Bagaimana konflik diselesaikan (baik menggunakan mekanisme mediasi atau arbitrase)?

  • Kebijakan dan pedoman pengelolaan keuangan apa yang akan dibangun untuk mengelola investasi, pengeluaran, dan risiko?

  • Bagaimana anggota keluarga akan dididik mengenai literasi keuangan dan keterampilan tata kelola?

  • Bagaimana semua pemangku kepentingan akan mendapat informasi terkini dan dilibatkan?

  • Bagaimana peran kepemimpinan akan dialihkan dalam kantor keluarga?

  • Bagaimana keterlibatan generasi mendatang dalam keluarga?

  • Bagaimana kegiatan filantropis atau amal akan dikelola?

  • Seberapa sensitif informasi keluarga dan keuangan akan dilindungi dan sebagainya.

Kerangka tata kelola lebih pada cara mengelola kantor keluarga dan kekayaannya, berfokus pada efektivitas operasional, manajemen risiko dan memastikan bahwa kantor berjalan lancar dan efisien.

Langkah 5: Buat Rencana Bisnis

  • Layanan Garis Besar: Rincikan layanan yang akan diberikan oleh kantor keluarga Anda, berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang diidentifikasi.

  • Perencanaan Anggaran: Perkirakan biaya operasional, termasuk staf, ruang kantor, dan kebutuhan teknologi. Pastikan aset keluarga Anda sesuai dengan pengeluaran ini.

  • Proyeksi Keuangan: Kembangkan proyeksi keuangan untuk kantor, dengan mempertimbangkan biaya versus manfaat yang akan diberikan.

Langkah 6: Bentuk Tim Profesional

  • Mempekerjakan Staf: Rekrut profesional berpengalaman, termasuk Chief Financial Officer (CFO), penasihat investasi, pakar pajak, dan penasihat hukum. Pertimbangkan kebutuhan akan staf administrasi dan layanan pribadi.

  • Penasihat Eksternal: Identifikasi area yang mungkin memerlukan konsultan eksternal, seperti nasihat hukum khusus atau peluang investasi internasional.

Langkah 7: Kembangkan Pernyataan Kebijakan Investasi (IPS)

Buatlah IPS yang menguraikan tujuan investasi keluarga Anda, toleransi risiko, alokasi aset, dan pedoman untuk memilih investasi. Hal ini akan menjadi peta jalan pengelolaan kekayaan keluarga.

Langkah 8: Kepatuhan Hukum dan Peraturan

  • Struktur Hukum: Tentukan struktur hukum kantor keluarga Anda (misalnya LLC, perwalian, dan korporasi) dengan bantuan pakar hukum untuk memastikan perlindungan aset dan efisiensi operasional.

  • Kepatuhan terhadap Peraturan: Pastikan kepatuhan terhadap semua peraturan keuangan dan hukum yang relevan, termasuk peraturan SEC jika kantor keluarga Anda akan mengelola investasi.

Langkah 9: Menerapkan Solusi Teknologi

  • Berinvestasi dalam Teknologi: Gunakan perangkat lunak manajemen keuangan, langkah-langkah keamanan siber, dan alat komunikasi untuk mendukung pengoperasian kantor keluarga Anda yang efisien.

Langkah 10: Kembangkan Strategi Investasi

  • Alokasi Aset: Kembangkan strategi investasi terdiversifikasi yang selaras dengan toleransi risiko dan tujuan pertumbuhan keluarga Anda.

  • Manajemen Risiko: Terapkan praktik manajemen risiko untuk melindungi aset keluarga Anda dari volatilitas pasar dan risiko keuangan lainnya.

Langkah 11: Terapkan Strategi Wealth Management

Dengan tim Anda dan IPS Anda sebagai panduan, mulailah secara aktif mengelola kekayaan keluarga Anda. Hal ini mencakup manajemen investasi, perencanaan pajak, perencanaan properti dan penanganan masalah spesifik apa pun kebutuhan yang diuraikan dalam tujuan Anda.

Langkah 12: Membangun Upaya Filantropis

Jika filantropi adalah tujuan utamanya, maka bentuklah struktur untuk pemberian amal, seperti yayasan swasta atau dana bantuan donor. Tentukan tujuan filantropis Anda dan bagaimana tujuan tersebut selaras dengan nilai-nilai keluarga Anda.

Langkah 13: Rencanakan Suksesi

Kembangkan rencana suksesi yang jelas untuk memastikan kelancaran transisi kekayaan dan kepemimpinan dalam kantor keluarga. Hal ini mencakup perencanaan warisan, perwalian, dan mendidik generasi berikutnya tentang pengelolaan kekayaan.

Langkah 14: Menetapkan Mekanisme Pelaporan dan Evaluasi

  • Pelacakan Kinerja: Menyiapkan sistem untuk melacak kinerja investasi dan efisiensi kantor keluarga secara keseluruhan.

  • Tinjauan Reguler: Jadwalkan tinjauan berkala atas kinerja kantor keluarga, termasuk audit keuangan dan penilaian atas keselarasan kantor dengan tujuan keluarga.

Kesimpulan

Mendirikan kantor keluarga adalah keputusan strategis yang menawarkan banyak manfaat dalam mengelola kekayaan dan urusan keluarga dengan kekayaan bersih sangat tinggi. Dengan mengikuti petunjuk langkah demi langkah di atas, Anda dapat membuat kantor keluarga yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pengelolaan keuangan Anda saat ini namun juga mengamankan warisan Anda untuk generasi mendatang.

Ingat, kunci keberhasilan kantor keluarga terletak pada tujuan yang jelas, tata kelola yang kuat, nasihat ahli, dan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan keadaan. Saat Anda memulai perjalanan ini, pertahankan nilai-nilai keluarga Anda sebagai inti pengambilan keputusan Anda, pastikan bahwa strategi pengelolaan kekayaan Anda tidak hanya mencerminkan tujuan keuangan, namun juga aspirasi keluarga Anda yang lebih luas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana Anda memulai kantor keluarga?

Untuk memulai kantor keluarga, mulailah dengan mendefinisikan dengan jelas tujuan keuangan keluarga Anda dan layanan yang Anda butuhkan. Lakukan penilaian menyeluruh terhadap aset Anda dan tentukan jenis kantor keluarga. Buat rencana bisnis yang terperinci, pilih struktur hukum yang sesuai, rekrut tim yang terampil, dan tetapkan kebijakan tata kelola untuk memastikan kelancaran operasional.

Bagaimana Anda memulai kantor multi-keluarga?

Memulai kantor multi-keluarga melibatkan pendefinisian ruang lingkup layanan, mengidentifikasi keluarga klien potensial, membuat rencana bisnis yang komprehensif, memilih struktur hukum, merekrut tim profesional dengan keahlian dalam pengelolaan kekayaan, investasi dan masalah hukum serta menyiapkan tata kelola yang kuat dan kerangka operasional. Penting untuk fokus pada penyediaan layanan yang dipersonalisasi dan terukur untuk banyak keluarga.

Berapa kekayaan yang dibutuhkan untuk mendirikan kantor keluarga?

Meskipun tidak ada batasan minimum yang ketat, mendirikan dan mengoperasikan kantor keluarga biasanya hemat biaya bagi keluarga dengan aset yang dapat diinvestasikan minimal $100 juta. Bagi MFO, ambang batasnya bisa lebih rendah karena adanya biaya bersama.

Apa langkah pertama dalam mendirikan kantor keluarga?

Mulailah dengan menentukan tujuan keluarga Anda dan apa yang ingin Anda capai dengan kantor keluarga. Kemudian, nilai total aset keluarga Anda untuk memastikan kantor keluarga merupakan pilihan yang tepat. Selanjutnya, tentukan jenisnya (SFO atau MFO) dan layanan yang Anda butuhkan.

Bagaimana cara memilih yurisdiksi yang tepat untuk kantor keluarga saya?

Pertimbangkan faktor-faktor seperti stabilitas politik dan ekonomi yurisdiksi, lingkungan hukum dan peraturan, rezim perpajakan, dan perlindungan privasi. Yurisdiksi umum mencakup Swiss, Singapura, dan negara bagian AS tertentu seperti Delaware.

Bagaimana struktur perusahaan yang ideal untuk kantor keluarga?

Strukturnya harus selaras dengan tujuan keluarga Anda, pertimbangan perpajakan, dan persyaratan peraturan. Pilihannya mencakup perwalian, perseroan terbatas (LLC), atau kemitraan. Berkonsultasi dengan penasihat hukum dan keuangan sangatlah penting.

Haruskah saya mengatur kantor keluarga saya sebagai Perusahaan Perwalian atau Perusahaan Swasta?

Mendirikan kantor keluarga sebagai perwalian atau perusahaan swasta bergantung pada berbagai faktor, termasuk tujuan keluarga, kebutuhan privasi, pertimbangan perpajakan, dan tingkat kendali yang ingin mereka pertahankan. Jika perhatian utamanya adalah perlindungan aset, privasi, dan perencanaan suksesi tanpa memerlukan likuiditas tinggi, maka perwalian mungkin lebih cocok. Perwalian sangat bermanfaat bagi keluarga yang berfokus pada pelestarian warisan dan transfer kekayaan antargenerasi karena aset dapat ditransfer dengan lancar kepada penerima manfaat tanpa melalui surat pengesahan hakim. Di sisi lain, jika keluarga menghargai fleksibilitas, kendali atas investasi dan operasional, serta potensi keuntungan pajak, maka mendirikan perusahaan swasta bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Hal ini terutama relevan bagi keluarga yang aktif terlibat dalam kegiatan bisnis atau mereka yang lebih memilih pengelolaan aset mereka secara langsung.

Bagaimana cara membangun tim untuk kantor keluarga saya?

Identifikasi kompetensi inti yang dibutuhkan, seperti manajemen investasi, hukum, perencanaan pajak dan perencanaan warisan. Anda dapat mempekerjakan profesional internal dan/atau melakukan outsourcing fungsi tertentu ke perusahaan khusus.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan kantor keluarga?

Mendirikan kantor keluarga dapat memakan waktu beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun, tergantung pada kompleksitas kebutuhan keluarga dan struktur yang dipilih. Hal ini mencakup waktu untuk perencanaan, membentuk tim, menetapkan kerangka hukum dan tata kelola, serta menyiapkan infrastruktur operasional.

Berapa biaya berkelanjutan yang terkait dengan menjalankan kantor keluarga?

Biaya berkelanjutan untuk kantor keluarga mencakup gaji staf internal, biaya untuk penasihat dan konsultan eksternal, biaya teknologi dan infrastruktur, biaya kepatuhan terhadap peraturan, dan biaya operasional umum. Biaya-biaya ini dapat sangat bervariasi berdasarkan ukuran dan ruang lingkup kantor keluarga.

Bagaimana kantor keluarga mengukur kinerja dan kesuksesan?

Kantor keluarga mengukur kinerja dan keberhasilan melalui indikator kinerja utama (KPI) yang disesuaikan dengan tujuan keluarga, seperti hasil investasi, efisiensi biaya, kepuasan klien, dan pencapaian tujuan strategis. Pelaporan dan tinjauan rutin membantu melacak kemajuan dan membuat penyesuaian yang diperlukan.

Pertimbangan hukum apa yang harus diperhatikan ketika mendirikan kantor keluarga?

Pertimbangan hukum ketika mendirikan kantor keluarga termasuk memilih struktur hukum yang sesuai, memastikan kepatuhan terhadap persyaratan perpajakan dan peraturan, menyusun dokumen tata kelola dan mendirikan perwalian atau sarana lain untuk perlindungan aset dan perencanaan warisan. Berkonsultasi dengan pakar hukum sangat penting untuk mengatasi kompleksitas ini.

Apa pertimbangan utama tata kelola di kantor keluarga?

Menetapkan struktur tata kelola yang jelas yang menguraikan proses pengambilan keputusan, peran dan tanggung jawab. Hal ini dapat mencakup pembentukan dewan keluarga dan pengembangan kebijakan investasi, perencanaan suksesi, dan penyelesaian konflik.

Apa itu rencana bisnis kantor keluarga?

Rencana bisnis kantor keluarga menguraikan kerangka strategis untuk membangun dan mengelola kantor keluarga. Hal ini mencakup pendefinisian tujuan dan sasaran keluarga, layanan yang ditawarkan, struktur dan tata kelola kantor, kebutuhan staf dan proyeksi keuangan. Rencana ini berfungsi sebagai peta jalan untuk memastikan kekayaan keluarga dikelola dan dilestarikan secara efektif.

Apa model bisnis kantor keluarga?

Model bisnis kantor keluarga dirancang untuk menyediakan layanan pengelolaan kekayaan komprehensif yang disesuaikan dengan keluarga dengan kekayaan bersih tinggi. Model ini mencakup manajemen investasi, perencanaan properti, optimalisasi pajak, manajemen risiko, dan layanan gaya hidup. Tujuannya adalah untuk menawarkan solusi personal yang selaras dengan tujuan keuangan dan pribadi jangka panjang keluarga.

Bagaimana saya bisa memastikan keberlanjutan kantor keluarga saya?

Fokus pada perencanaan strategis jangka panjang, termasuk perencanaan suksesi, tinjauan keuangan rutin, dan adaptasi terhadap perubahan kebutuhan keluarga. Selain itu, berinvestasilah dalam mendidik generasi masa depan tentang pengelolaan kekayaan dan tata kelola.

Apa tantangan utama dalam mengelola kantor keluarga?

Tantangannya termasuk menyelaraskan kepentingan keluarga, mengelola biaya, menavigasi undang-undang dan peraturan perpajakan yang rumit, memastikan privasi dan keamanan, serta membuat keputusan investasi strategis.

Bagaimana kantor keluarga menangani kepatuhan terhadap peraturan?

Strategi kepatuhan bergantung pada yurisdiksi dan layanan yang ditawarkan. Kantor keluarga mungkin perlu memahami peraturan keuangan, undang-undang perpajakan, dan persyaratan pelaporan, seringkali dengan bantuan penasihat hukum dan keuangan khusus.

Infrastruktur teknologi apa yang dibutuhkan untuk kantor keluarga?

Infrastruktur teknologi yang kuat sangat penting untuk manajemen yang efektif dan keamanan operasional kantor keluarga. Ini termasuk perangkat lunak canggih untuk manajemen portofolio, manajemen risiko, dan pelaporan keuangan. Langkah-langkah keamanan juga harus diterapkan untuk melindungi informasi dan aset sensitif dari ancaman dunia maya.

Bagaimana seharusnya pendekatan kantor keluarga terhadap manajemen investasi?

Manajemen investasi di kantor keluarga harus dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang tujuan keuangan jangka panjang keluarga dan toleransi risiko. Hal ini sering kali melibatkan pendekatan yang terdiversifikasi di berbagai kelas aset untuk menyeimbangkan potensi keuntungan dengan manajemen risiko. Meninjau dan menyesuaikan strategi investasi secara berkala sebagai respons terhadap perubahan pasar dan tujuan keluarga juga penting.

Apa keuntungan memiliki kantor keluarga khusus dibandingkan menggunakan layanan pengelolaan kekayaan lainnya?

Kantor keluarga khusus menawarkan manajemen keuangan dan urusan pribadi keluarga yang dipersonalisasi dan komprehensif. Tidak seperti layanan pengelolaan kekayaan tradisional, kantor keluarga dapat memberikan penyesuaian yang lebih tinggi, privasi, dan pendekatan holistik untuk mengelola masalah kekayaan, gaya hidup, hukum, dan pajak. Hal ini juga memastikan bahwa semua tindakan selaras dengan nilai-nilai dan kebutuhan khusus keluarga.